


Bina Karta Lestari (BINTARI) Foundation is a non-governmental organizations engaged in environmental management to achieve sustainable development.
BINTARI is independent, nonprofit, and not oriented toward practical politics.
| Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Wanatani yang Berkelanjutan Berbasis Masyarakat |
|
Program Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim melalui Wanatani yang Berkelajutan dan Berbasis Masyarakat mengajak masyarakat untuk melakukan upaya-upaya adaptif terhadap dampak perubahan iklim tersebut serta upaya-upaya mengurangi kontribusi perubahan iklim sehingga aksi local tersebut memberikan kontribusi terhadap lingkungan global. Tujuan akhir dari program yang dimulai sejak tahun 2008 dan akan berakhir pada tahun 2010 ini adalah mengembangkan kegiatan wanatani berbasis potensi lokal yang ada di Dusun Indrokilo. Wanatani dipilih menjadi konsep dalam strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim karena dengan konsep wanatani, masyarakat di Indrokilo mampu mengoptimalkan hasil melalui pemaduan seluruh sektor kegiatan yang ada yakni peternakan, pertanian, dan perkebunan (hutan masyarakat). Ketiga sektor tersebut berjalan secara berkesinambungan dan bersinergi satu sama lain sehingga menciptakan sebuah daur yang saling membutuhkan. Beberapa tahapan kegiatan dilakukan yakni dimulai dengan mapping potensi dan masalah yang ada di Dusun Indrokilo. Melalui metode participatory approach, maskarakat kemudian menyusun rencana aksi yang dijalankan oleh organisasi wanatani "Argo Lestari" yang terdiri dari empat organisasi masyarakat di Dusun Indrokilo. Kelompok wanatani "Argo Lestari" melakukan beberapa kegiatan untuk mewujudkan tujuan akhir, seperti peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan perubahan iklim, peningkatan produksi ternak, wanatani, dan sanitasi kandang. Dengan meningkatkan kemampuan dalam perubahan iklim dan upaya adaptasi dan mitigasi, masyarakat kemudian mengimplementasikannya ke dalam kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang sesuai dengan kondisi wilayah yakni pengembangan wanatani yang berkelanjutan. Pengembangan wanatani tersebut memperhatikan sektor-sektor yang ada. Pengembangan rumah kompos untuk mengelola limbah ternak dan hasil pengelolaan tersebut dimanfaatkan oleh pertanian dan perkebunan yang ada. Untuk mencapai hasil yang maksimal, lahan yang tidak dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dimanfaatkan untuk penanaman dengan konsep wanatani yakni menggabungkan atau mengkombinasikan tanaman yang sesuai dengan wilayah namun memberikan variasi ekonomis yang berbeda. Konsep wanatani yang dikembangkan adalah mengembangkan tanaman tahunan yakni sengon dan mahoni, tanaman musiman yakni sukun dan mangga, serta tanaman tumpang sari seperti cabai, ketela, dan rumput. Rumput dikelola sebagai suplai pakan ternak yang ada. Dengan demikian akan tercapai sebuah kondisi yang saling bergantung dan menguntungkan. Untuk mendokumentasikan seluruh pengalaman, pembelajaran, dan untuk mengemasnya untuk materi penyebaran. Media seperti modul pelatihan dan VCD dikembangkan dari persiapan pelatihan hingga pendampingan
|
| Latest News |
| Programs |
| Photo Gallery |
| Contact Us |
| Jalan Tirto Agung | |
| Barat V No. 21 | |
| Kel. Pedalangan | |
| Kec. Banyumanik | |
| Semarang | |
| Jawa Tengah | |
| Indonesia | |
| +62 24 70777220 | |
| +62 24 70777220 |