• Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
BINTARI slideshow

Welcome!

 

Bina Karta Lestari (BINTARI) Foundation is a non-governmental organizations engaged in environmental management to achieve sustainable development.

BINTARI is independent, nonprofit, and not oriented toward practical politics.

Home Latest News Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Wanatani yang Berkelanjutan Berbasis Masyarakat
Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Wanatani yang Berkelanjutan Berbasis Masyarakat

artikel_bintari2Dampak perubahan iklim telah dirasakan oleh masyarakat tak terkecuali petani yang berada di pedasaan. Salah satu wilayah yang terkena dampak perubahan iklim adalah wilayah yang menjadi tangkapan hujan di Kabupaten Semarang, yakni Dusun Indrokilo, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Selain menjadi korban perubahan iklim, Dusun Indrokilo menjadi salah satu wilayah yang berkontribusi terhadap meningkatnya Gas Rumah Kaca di atmosfer karena terdapat kegiatan peternakan di wilayah tersebut. Limbah peternakan sapi tersebut belum terkelola dengan baik sehingga berkontribusi terhadap peningkatan methan di atmosfer. Terdapat sekitar 60 ekor sapi di kandang komunal Dusun Indrokilo dan keseluruhan limbah tersebut belum terkelola dengan semestinya. 

Program Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim melalui Wanatani yang Berkelajutan dan Berbasis Masyarakat mengajak masyarakat untuk melakukan upaya-upaya adaptif terhadap dampak perubahan iklim tersebut serta upaya-upaya mengurangi kontribusi perubahan iklim sehingga aksi local tersebut memberikan kontribusi terhadap lingkungan global.

Tujuan akhir dari program yang dimulai sejak tahun 2008 dan akan berakhir pada tahun 2010 ini adalah mengembangkan kegiatan wanatani berbasis potensi lokal yang ada di Dusun Indrokilo. Wanatani dipilih menjadi konsep dalam strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim karena dengan konsep wanatani, masyarakat di Indrokilo mampu mengoptimalkan hasil melalui pemaduan seluruh sektor kegiatan yang ada yakni peternakan, pertanian, dan perkebunan (hutan masyarakat). Ketiga sektor tersebut berjalan secara berkesinambungan dan bersinergi satu sama lain sehingga menciptakan sebuah daur yang saling membutuhkan.

Beberapa tahapan kegiatan dilakukan yakni dimulai dengan mapping potensi dan masalah yang ada di Dusun Indrokilo. Melalui metode participatory approach, maskarakat kemudian menyusun rencana aksi yang dijalankan oleh organisasi wanatani "Argo Lestari" yang terdiri dari empat organisasi masyarakat di Dusun Indrokilo.

Kelompok wanatani "Argo Lestari" melakukan beberapa kegiatan untuk mewujudkan tujuan akhir, seperti peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan perubahan iklim, peningkatan produksi ternak, wanatani, dan sanitasi kandang. Dengan meningkatkan kemampuan dalam perubahan iklim dan upaya adaptasi dan mitigasi, masyarakat kemudian mengimplementasikannya ke dalam kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang sesuai dengan kondisi wilayah yakni pengembangan wanatani yang berkelanjutan.

Pengembangan wanatani tersebut memperhatikan sektor-sektor yang ada. Pengembangan rumah kompos untuk mengelola limbah ternak dan hasil pengelolaan tersebut dimanfaatkan oleh pertanian dan perkebunan yang ada. Untuk mencapai hasil yang maksimal, lahan yang tidak dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dimanfaatkan untuk penanaman dengan konsep wanatani yakni menggabungkan atau mengkombinasikan tanaman yang sesuai dengan wilayah namun memberikan variasi ekonomis yang berbeda. Konsep wanatani yang dikembangkan adalah mengembangkan tanaman tahunan yakni sengon dan mahoni, tanaman musiman yakni sukun dan mangga, serta tanaman tumpang sari seperti cabai, ketela, dan rumput. Rumput dikelola sebagai suplai pakan ternak yang ada. Dengan demikian akan tercapai sebuah kondisi yang saling bergantung dan menguntungkan.

Untuk mendokumentasikan seluruh pengalaman, pembelajaran, dan untuk mengemasnya untuk materi penyebaran. Media seperti modul pelatihan dan VCD dikembangkan dari persiapan pelatihan hingga pendampingan
Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dan didukung oleh Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Semarang. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, tiga hasil didapatkan yakni :

  1. Lokal agenda (rencana aksi) untuk adaptasi dan mitigasi Perubahan Iklim sebagai pegangan untuk kegiatan masyarakat;
  2. Kapasitas yang memadai dalam adaptasi dan mitigasi Perubahan Iklim;
  3. Pelaksanaan kegiatan adaptasi dan mitigasi Perubahan Iklim oleh masyarakat yakni pengembangan kegiatan wanatani yang terpadu.
 

Search Box

Calendar

September 2010
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2

Contact Us

house
Jalan Tirto Agung
Barat V No. 21
Kel. Pedalangan
Kec. Banyumanik
Semarang
Jawa Tengah
Indonesia
con_tel +62 24 70777220
con_fax +62 24 70777220

Login Form